Tanya-Jawab Membuat Kompos dari Limbah Rumah Tangga

.

T: Apa bahan-bahan kompos dan apa yang harus dihindari?

J: Anda dapat membuat kompos dari bahan organik apa pun yang lunak, seperti dedaunan, rumput, jerami, kertas, sisa makanan/limbah rumah tangga (bentuk organik), pupuk kandang segar, potongan sayuran, kulit buah-buahan, pelepah pisang dan bagian-bagian tanaman yang lunak lainnya.

Kompos dari limbah dapur dan dedaunan

Bahan-bahan yang harus Anda hindari untuk membuat kompos antara lain: daging dan produk ikan, tulang, lemak, telur utuh, produk susu, kotoran hewan atau manusia, dan bahan-bahan yang sulit hancur seperti kayu.

  • Kotoran manusia dan hewan peliharaan dapat membawa penyakit yang dapat menginfeksi manusia, maka pengomposan tidak boleh dicoba.
  • Daging dan lemak dapat mengandung bakteri berbahaya. Keberadaan mereka di tempat sampah juga akan memperlambat proses pematangan kompos dan dapat menarik tikus dan hewan liar.
  • Setiap produk kayu yang diolah secara kimia harus dihindari.
  • Sampah anorganik
  • Plastik
  • Logam
  • Kaca
  • Keramik
  • Serasah yang digunakan untuk cat
  • Partikel board
  • Kayu lapis

T: Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat kompos?

J: Waktu yang diperlukan untuk membuat kompos sampai matang sangat tergantung pada metode yang Anda gunakan:

  • Kompos yang dibuat menggunakan metode “kompos cepat”  dapat selesai dalam waktu 14 hari.
  • Kompos yang dibuat menggunakan metode “Indore” dapat selesai dalam beberapa bulan.

Secara umum, kompos siap digunakan ketika mereka sudah berwarna gelap dan gembur, mudah dipecah dengan sederhana, tidak berbau busuk namun alami seperti tanah.

Kompos matang

T: Dapatkah membuat kompos di musim hujan atau musim kemarau?

J: Beruntung kita dianugrahi iklim tropis di mana perubahan suhu tidak terlalu ekstrim, sehingga  kita bisa membuat kompos sepanjang tahun, baik itu di musim hujan atau kemarau. Yang terpenting adalah memastikan bahwa tempat atau bak kompos Anda ternaungi agar terhindar dari air hujan. Pastikan juga tidak akan terendam air.

T: kompos saya berbau tidak sedap, apa yang harus saya lakukan?

J: Jika kompos Anda berbau busuk meski sudah seharusnya matang, mungkin penyebabnya salah satu dari berikut:

  • Terlalu basah: Tambahkan beberapa bahan kering seperti daun, rumput, atau sobekan kertas.
  • Tidak cukup sirkulasi udara: Aduk-aduk tumpukan secara rutin (misalnya 5 hari sekali) dan pastikan udara segar dapat masuk ke bak kompos Anda.
  • Terlalu banyak nitrogen: Jika Anda menambahkan potongan rumput atau bahan lain yang bernitrogen tinggi tanpa mencampur dengan bahan lainnya, maka akan terbentuk gumpalan berlendir dan akan memancarkan bau busuk amonia. Solusinya, tambahkan beberapa bahan kering seperti daun, rumput, atau sobekan kertas dan kemudian aduk dengan baik.

T: tumpukan kompos saya duduk dengan manis dan sepertinya ‘tak ada tanda-tanda kehidupan’ yang terjadi. Apa yang harus saya lakukan?
J: Berikut adalah 4 alasan utama mengapa proses dekomposisi pada kompos gagal atau berjalan lambat:

  1. Bahan terlalu kering: Periksa kelembaban setiap hari untuk memastikan media cukup lembab. Bila ternyata kering, tambahkan air untuk membuatnya lembab, namun jangan sampai berlebihan.
  2. Bak kompos terlalu kecil: Idealnya, tumpukan kompos harus memiliki lebar dan tinggi sekitar 1 sampai 2,5 meter sehingga dekomposisi dapat terjadi dengan ditandai suhu yang panas.
  3. Salah campuran bahan: Pastikan bahwa Anda memiliki campuran yang baik (seperti dijelaskan di atas).

Jika tampaknya Anda telah melakukan segalanya dengan benar, kemungkinan besar ukuran tumpukan kompos kurang tepat, sehingga kelembaban tidak terjaga, atau mungkin tumpukan kurang memiliki banyak sumber nitrogen. Kompos dengan bahan nitrogen terlalu sedikit dapat memakan waktu lama untuk memanas. Solusinya, tambahkan beberapa bagian rumput, pupuk kandang atau sisa sayuran.

T: kompos saya menarik tikus dan binatang lokal, apa yang bisa saya lakukan?

J: tumpukan kompos yang dikelola dengan baik seharusnya hanya menarik binatang sesekali saja, mungkin karena penasaran. Jika hewan terus menjadi masalah, ada kemungkinan bahwa daging, ikan, lemak hewan, lemak sayur atau makanan yang dimasak dengan lemak telah ditambahkan ke tumpukan. Untuk mengatasinya, pindahkan material tersebut ke tempat sampah tertutup.

/r4f

*****

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,

3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

6. orang-orang yang berbuat riya,

7. dan enggan (menolong dengan) barang yang berguna.”

(AlQur’an, surat 107 (Al Maa’uun)) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s